-->

Header Menu

Wajib Tau ! Regulasi TERBARU Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Tahun 2021

 Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Dudung Nurullah Koswara mengungkapkan tiga masalah krusial terkait tunjangan profesi. 


Salah satunya tentang gosip bahwa tenaga pendidik harus menyetorkan dana untuk mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG). "Pemerintah mengeluarkan statement-statement meresahkan berkaitan dengan TPG. Sementara ada tiga masalah penting berkaitan dengan TPG," kata Dudung kepada JPNN.com, Rabu (7/1). 

Masalah pertama, mengapa TPG antara guru, dosen dan guru di Kemenag tidak sama waktu pencairannya? Ada yang cair bulanan. Ada pula yang triwulan. Bahkan ada yang setahun hilang entah ke mana?  "Jadi guru dan dosen di bawah Kemendikbud serta Kemenag berbeda pencairannya. 

Baca Juga : KABAR BAIK ! Demi Kesejahteraan Guru, Kemedikbud Targetkan 10.000 Sertifikasi Guru dengan Pelaksaan PPG Berbasis Sekolah, Simak Selengkapnya

Saran saya, perbaiki dulu sistem pencairan TPG dengan efektif. Usahakan tepat bulan, tepat jumlah," tegas Dudung. Kedua, ada sejumlah gosip para guru harus 'setor' kepada pejabat tertentu  (negeri atau pun Yayasan) agar TPG cair.  Menurut Dudung, ini salah satu praktik urusan administrasi yang sudah jadul dan yang harus ditiadakan. 

Baca Juga : Terima Kasih Pak Moeldoko, Perjuangkan Penuh Nasib Guru Dan Tenaga Kependidikan Honorer, KEPPRES Sudah Di Depan Mata !

"Konon katanya adalah sejumlah oknum pengepul dana TPG dan disetor ke atas. Bila tidak maka dipersulit. Benarkah?," ungkapnya. Ketiga, pemerintah harus bersyukur dengan adanya TPG yang diterima para guru. Mengapa? Bila tanpa TPG maka pemerintah dianggap mengeksploitasi guru karena gajinya sangat kecil.  

Guru, kata Dudung, cenderung lebih aman dan jauh dari gaduh karena ada TPG. Bila tidak maka negeri ini akan mengalami kemunduran.  "Para guru akan 'lemah syahwat' dalam bekerja. Adanya TPG pemerintah diuntungkan, para guru lebih semangat bekerja," ucapnya. Lebih lanjut dikatakan, ketika Bank Dunia menyebutkan TPG belum memberikan dampak terhadap peningkatan output kompetensi peserta didik, ini masalah lain. Tugas pemerintah untuk memberdayakan para guru. 

Baca Juga : KABAR BAIK dari MenPan RB dan BKN Bagi Guru Honorer dan Dosen Yang Ikut Seleksi PPPK, Alhamdulillah Sangat Menggembirakan

Baca Juga : SAH ! Kemenag Membuat Regulasi Baru Mengenai Guru Non Muslim Bisa Mengajar di Madrasah, Simak Selengkapnya

Tidak ada kaitannya dengan TPG. TPG hanya berkaitan dengan martabat guru, memanusiakan guru. Amanah undang-undang. "Bila guru tidak mendapatkan TPG, itu sama dengan sistem kerja paksa zaman kolonialisme, tenaga kerja murah!," serunya. 

Dudung lantas mengingatkan pemerintah, adanya TPG saja anak didik terbaik tidak mau jadi guru. Sayang sekali yang mau jadi guru adalah anak didik kelas prestasi menengah ke bawah dan identik dari pinggiran.

Baca Juga :  Alhamdulillah , Ada Angin Segar Dari Menkeu Terkait Gaji Guru Honorer Setara UMR, Simak Selengkapnya

Baca Juga : Alhamdulillah, Pengangkatan Guru Honorer Menjadi PNS Di Tentukan Lama Pengabdian, InsyaAllah Seluruh Guru Honorer Akan Bahagia

Apalagi bila tidak ada TPG, Dudung memastikan profesi guru hanya pelarian daripada kerja jadi tukang pengepul sampah atau rongsokan. "Mengusik TPG adalah melucu garing tingkat tinggi. TPG adalah amanah undang-undang agar guru tidak terhina karena miskin. Hakikatnya tidak ada kaitan dengan peningkatan kompetensi guru," pungkasnya.

Artikel ini tayang mediapendik.com dengan judul Wajib Tau ! Regulasi Terbaru Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Tahun 2021

0 Response to "Wajib Tau ! Regulasi TERBARU Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Tahun 2021"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel